Omicron Merajalela, AS Siapkan 500 Juta Alat Tes Covid-19 Gratis

Ruang Internasional — Amerika Serikat (AS) akan menyiapkan 500 juta alat rapid tes covid-19 di rumah atau mandiri yang bisa dipesan warganya secara gratis mulai Januari 2022, Langkah ini diambil untuk melawan penyebaran varian Omicron yang merajalela membuat jumlah kasus menanjak sama halnya terjadi di Denmark.

Lonjakan kasus membuat warga AS berbondong-bondong mengantre di pusat tes covid-19 sebelum merayakan Natal dan Tahun Baru.

Berdasarkan catatan Reuters, jumlah kasus covid-19 AS naik 19 persen dalam sepekan terakhir dan melonjak 72 persen sejak awal Desember.

Pada awal pekan ini, jumlah kasus baru mencapai 283 ribu, tertinggi harian sejak 3 September 2021. Kemudian, jumlah pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit meningkat 27 persen bulan ini.

Sejak awal pandemi, lebih dari 51 juta kasus tercatat di AS di mana 810 ribu di antaranya berujung pada kematian.

Rencananya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bakal memaparkan inisiatif tersebut pada Selasa (21/12) waktu setempat.

Inisiatif itu termasuk menyiagakan 1.000 orang tenaga kesehatan militer untuk membantu rumah sakit yang kewalahan menerima pasien covid-19 di sejumlah daerah, serta menambah jumlah pusat tes covid-19.

“Kami juga menekankan, jika anda tidak divaksinasi, anda berisiko tinggi untuk sakit. Varian ini sangat menular dan kemungkinan orang yang belum divaksinasi untuk dirawat di rumah sakit 8 kali lipat dan kemungkinan untuk meninggal karena covid 14 kali lipat,” ujar pejabat senior Gedung Putih seperti dikutip dari Reuters, Rabu (22/12).

Sejak ditemukan pada bulan lalu, varian Omicron hingga kini menyumbang 73 persen kasus baru covid-19 di AS. Meski lebih cepat menular, belum diketahui pasti apakah dampak varian ini lebih parah dibandingkan Delta.

Omicron Merajalela di Denmark

Dikutip dari cnnindonesia.com, Kasus covid-19 (Omicron) merajalela juga di Denmark. Penyebabnya adalah varian Omicron yang memiliki tingkat penularan yang tinggi.

“Institut Kesehatan Masyarakat sekarang menganggap Omicron sebagai varian dominan dan terus menanjak,” ujar Menteri Kesehatan Denmark Magnus Heunicke dalam cuitan yang dilansir AFP, Selasa (21/12).

✅✅👉 Baca Juga:  Pemindaian Digital Mumi Firaun, Mesir

Dalam 24 jam terakhir, kasus baru di negara berpenduduk 5,8 juta orang itu mencatat rekor 13.558. Sedikitnya 500 dari kasus tersebut adalah orang yang sudah pernah terjangkit covid-19.

Untuk menghadapi hal itu, pemerintah Denmark menerapkan sejumlah pembatasan. Pada Minggu lalu, Pemerintah Denmark menutup bioskop, teater dan ruang konser dan membatasi jam buka restoran. Langkah-langkah ini akan berlangsung setidaknya empat minggu.

Padahal, negara Nordik ini sudah mencabut semua pembatasan sejak 10 September lalu, sebelum menerapkan kembali coronapass pada awal November lalu.

Berurusan dengan angka rekor baru setiap hari, pemerintah mempercepat peluncuran dosis booster vaksin Covid-19. Pemerintah juga mengesahkan pengobatan pil anti-Covid oleh produsen obat AS Merck untuk kasus-kasus serius dan memulai vaksinasi anak-anak berusia lima hingga 11 tahun.