New Yamaha Fazzio Hybrid Connected Siap Diekspor, Caplok Pasar Fino?

Ruang Otomotif — Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) membuka pasar baru di industri roda dua Tanah Air dengan merilis Fazzio Hybrid Connected bisa-bisa gantikan Pasar Fino, motor Fazzio ini diklaim sebagai skutik 125 cc berpenampilan retro pertama yang mengusung teknologi hibrida dan terpadat 2 varian di Indonesia.

Peluncurannya pada Senin (17/1/2022) kemarin adalah debut dunianya, motor ini baru dirilis untuk market Indonesia saja dan sudah diproduksi secara lokal. Dengan segala modal yang dimiliki Fazzio seberapa besar peluangnya untuk dikapalkan ke negara lain?

Manager Public Relations, YRA & Community PT YIMM, Antonius Widiantoro menjelaskan, peluang motor ini untuk diekspor sangat terbuka namun harus mempertimbangkan dari segi permintaan negara lain dan rekomendasi pihak prinsipal di Jepang.

Sehingga desainnya ini dinamakan sebagai Classy, perpaduan antara DNA klasik dan modern. Apakah satu-satunya produk matik bergaya klasik garapan YIMM? Bukan, jauh sebelum Fazzio lahir tepatnya di 2012 lalu garpu tala meluncurkan Yamaha Fino dan motor ini masih diniagakan hingga sekarang.

Pertanyaannya, apakah kehadiran Yamaha Fazzio bakal mengambil pasar dari Fino? Musababnya kedua motor ini secara desain sama-sama mengusung gaya retro. Soal ini, Manager Public Relations, YRA & Community YIMM, Antonius Widiantoro buka suara.

Menurutnya Fazzio hadir sebagai kategori dan desain yang benar-benar baru. Secara segmen dan target konsumen berbeda dengan Fino. Fazzio lebih menyasar pelanggan milenial, sementara Fino lebih dinamis.

“Berbeda, sekali lagi Fazzio adalah kategori baru dan kita sebut sebagai classy. Jadi bukan cuma sekadar klasik tapi lebih kepada menunjukkan kelas dari pemiliknya. Terutama anak-anak muda dengan gaya dan karakter mereka,” kata Anton panggilan karibnya saat ditemu di kawasan Jakarta Selatan, Senin (17/1/2022).

2 Varian Yamaha Fazzio untuk Indonesia

Mengutip dari halaman oto.com, di Indonesia, New Yamaha Fazzio ditawarkan dalam 2 varian berbeda. Pertama adalah tipe Neo yang hadir dengan kelir glossy yakni Neo Red, Neo Beige, Neo Black, dan Neo Cyan. Untuk menebus trim ini Anda perlu siapkan dana Rp 21,7 juta OTR.

✅✅👉 Baca Juga:  5G Optimal di Indonesia Itu Butuh Tiga Tahun , Ungkap Pakar Tekno

Namun, untuk varian kedua adalah Lux yang hadir dengan 2 warna yakni Prestige Silver dan Matte Black. Selisihnya Rp 300 ribu atau dijual Rp 22 juta OTR. Dari segi mesin, fitur, dan teknologi kedua varian ini tidak dibedakan.

Jantung pacunya mengusung mesin 125 cc, 1-silinder, SOHC, pendingin udara, dan berpengabut injeksi. Di atas kertas mampu memompa tenaga maksimal sampai 8,3 daya kuda pada 6.500 rpm dan torsi puncak 10,6 Nm pada putaran enjin 4.500 rpm. Mesin konvensional ini dipadukan dengan teknologi baru Blue Core Hybrid.

Sistem kerjanya dalam kondisi normal komponen baterai berfungsi untuk menghidupkan sepeda motor, dan setelah motor menyala daya baterai akan dicharge kembali oleh komponen Smart Motor Generator (SMG) pada Electric Power Assist Start (EPAS) dari daya baterai.