Ibu Rumah Tangga (IRT) Diperkosa Satpam Kebun Saat Curi Kelapa Sawit

Ruang Hukum — Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial A (25) diperkosa diduga dilakukan oleh satpam perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Peristiwa naas itu dialaminya ketika tertangkap curi brondolan kelapa sawit di perkebunan milik PT Milano.

“Kasus berawal saat A seorang IRT tertangkap olaeh satpam mencuri berondolan sawit di PT Milano, Sabtu, (06/11) sekira pukul 13.30 WIB., saat mengutip brondolan kelapa sawit dengan posisi jongkok, diduga, saat melihat korban pelaku timbul niat untuk diperkosa karena saat itu mereka hanya berdua di tempat tersbut. “Sehingga terjadi lah kejadian itu. Pelaku saat itu meminta korban diam saja dan akan membawanya ke kantor jika melawan atau menjerit,” katanya, Jumat (24/12/2021) siang.

Saat itu tersangka AHH mengancam akan membawa A ke kantornya. Korban ketakutan dan hanya bisa berdiam diri. Lalu timbul niat tersangka memperkosa korban. Korban sempat lari menyelamatkan diri. Namun akhirnya tersangka menangkap korban dan memperkosanya.

“Dugaan korban mencuri karena terhimpit kebutuhan ekonomi. Korban merupakan seorang janda dan selama ini tidak memiliki pekerjaan. Dia punya anak masih kecil. Jadi sehari-hari hanya di rumah saja,” ucapnya

Kemudian, tambah Rusdi, korban A lantas melaporkan peristiwa pemerkosaan itu ke Polres Labuhanbatu. Polisi melakukan penyelidikan. Tersangka AHH lantas ditangkap di wilayah Rantau Prapat. Selanjutnya tersangka dibawa ke Polres Labuhanbatu guna proses hukum selanjutnya.

“Tersangka dikenakan Pasal 285 KUHP Ancaman Hukuman Penjara Paling Lama 12 tahun,” ujarnya.

Warga Desa Pasar III, Kecamatan Panai Tengahan, Kabupaten Labuhanbatu diketahui sudah bekerja menjadi satpam di tempat tersebut selama 4 tahun. Pelaku ditangkap juga saat berada di kantornya di Jalan HM Thamrin, Rantauprapat pada Selasa (21/12/2021).

“Ditangkap di sekitaran Polres. Dia kan kerja tetap di situ, kita tangkap. Pelaku dikenakan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun,” ujarnya. [KM-05]

sumber : cnnindonesia

✅✅👉 Baca Juga:  Pelecehan Bocah Sembilan Tahun di Jaksel Diduga oleh Pamannya