Calon Pemimpin Ibu Kota Baru, 4 Nama dari Ahok hingga Azwar Anas

Ruang Politik — Presiden Joko Widodo menyebut empat nama kandidat yang akan menjadi Kepala Otoritas (Pemimpin) Ibu Kota Negara (IKN) baru, dari Ahok hingga Azwar Anas, dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bakal mengesahkan Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) pada hari ini, Selasa (18/1).

Terkait sosok pertama yang bakal menduduki pucuk pimpinan di wilayah yang bakal diberi nama Nusantara tersebut, Presiden Joko Widodo pernah menyebutkan empat nama potensial.

Sebanyak empat nama calon kepala otorita yang disebutkan Jokowi itu merupakan tokoh berlatar belakang mantan dpr kepala daerah, mantan birokrat, hingga mantan menteri.

Mereka adalah eks gubernur DKI Jakarta yang kini menjabat Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok; mantan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Tumiyana; eks Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro; serta mantan Bupati Banyuwangi yang baru saja dilantik sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Abdullah Azwar Anas.

“Untuk badan otorita ibu kota negara memang kami akan segera tanda tangan peraturan presiden, di mana nanti ada CEO-nya (pemimpin). Kandidatnya ada, namanya banyak. Satu, pak Bambrodj (Bambang Brodjonegoro). Dua, pak Ahok. tiga, pak Tumiyana. Empat, pak Azwar Anas,” ujar Jokowi di Istana Negara, 2 Maret 2020.

Kemudian, mantan Bupati Banyuwangi yang baru saja dilantik sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Abdullah Azwar Anas. 

Selain Ahok dan Azwar Anas, Jokowi juga menyebut nama Bambang Brodjonegoro, mantan Menteri Riset dan Teknologi.

Jokowi Ungkap Nama Calon Pemimpin Ibu Kota Baru

Satu orang nama yang diungkap Jokowi lainnya adalah mantan Direktur Utama Wijaya Karya (WIKA), Tumiyana. 

“Kandidat memang banyak. Satu, Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tuniyana, empat Pak Azwar Anas,” ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Jokowi bahkan mengatakan, keputusan akan diambil dalam waktu dekat. Hanya saja, sampai sekarang belum ada nama yang ditunjuk sebagai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. 

✅✅👉 Baca Juga:  Narji Gabung PKS, Demokrat Buka Suara

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa Otoritas Ibu Kota Negara ini akan segera ditandatangani Peraturan Presiden (Perpres)-nya yang nanti di sana akan ada chief executive officer (CEO)-nya.

”CEO-nya sampai sekarang belum diputuskan. Dan akan segera diputuskan dalam Insyaallah dalam minggu ini,” ujar Presiden.