Anthony Blinken Kunjungi RI, Menteri Pertama Kabinet Joe Biden

Ruang Internasional — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken kunjungi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Senin (13/12). Ini merupakan kunjungan pertama menteri kabinet Presiden AS Joe Biden ke RI.

Kunjungan Blinken ke Indonesia dilakukan untuk menunjukkan komitmen AS dalam meningkatkan kemitraan strategis antar dua negara.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Jokowi dan Blinken membahas kerja sama bilateral. Jokowi mengharapkan investasi dari Negeri Paman Sam di Indonesia.

“Indonesia mengharapkan Amerika Serikat dapat menjadi salah satu mitra di bidang ekonomi pada saat Presiden bicara mengenai hubungan bilateral. Termasuk di bidang investasi,” kata Retno usai pertemuan tersebut, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (13/10).

Selain Indonesia, Blinken dijadwalkan akan mengunjungi Malaysia dan Thailand.

Mengutip Reuters, Asia Tenggara merupakan aspek penting dalam persaingan yang terjadi antara China dan AS. Dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Blinken sendiri tengah berupaya memenuhi keinginan Presiden AS Joe Biden yang berusaha meningkatkan keterlibatan AS dengan sepuluh negara. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), kata diplomat AS untuk Asia, Daniel Kritenbrink.

Tak hanya itu, Blinken juga akan membahas visi AS untuk kerangka ekonomi Indo-Pasifik, tambah Kritenbrink.

Kritenbrink juga menyampaikan beberapa fokus diskusi antara AS dan Indonesia antara lain fasilitasi perdagangan, ekonomi digital. Ketahanan rantai pasokan, infrastruktur, energi bersih, dan standar pekerja.

Sementara Biden mengutus Blinken untuk bertemu Indonesia, Wakil Presiden AS Kamala Harris mengunjungi Vietnam pada Agustus lalu.

Dalam kunjungan ke Vietnam, Harris mengimbau negara itu untuk lebih menekan China akibat masalah Laut China Selatan (LCS).

“Kita perlu menemukan cara untuk menekan dan meningkatkan tekanan, secara terus terang, pada Beijing untuk mematuhi Konvensi PBB tentang Hukum Laut, dan untuk menantang intimidasi dan klaim maritim yang berlebihan,” kata Harris dalam pertemuan dengan Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc, dikutip dari Strait Times.

✅✅👉 Baca Juga:  Google Maps Bantu Penangkapan Mafia Itali, Setelah 20 Tahun Buron

Tak hanya itu, Harris menyampaikan bahwa AS ingin meningkatkan hubungan dengan Vietnam.

Biden sendiri ingin mempererat kerja sama ekonomi dan keamanan AS dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik di tengah pengaruh China yang semakin kuat.

Walaupun China memiliki pengaruh kuat di beberapa wilayah ASEAN. Upaya Beijing untuk mengklaim sebagian besar zona Laut China Selatan menuai penolakan dari berbagai negara Asia Tenggara, salah satunya Filipina.

sumber : cnnindonesia