Tempat Wisata Pantai Banten Terlihat Sepi Wisatawan, Malam Tahun Baru

  • Share
malam tahun baru-tempat-wisata-pantai-banten
Tempat wisata pantai di Banten terlihat sepi wisatawan saat malam tahun baru 2022, Jumat (31/12/2021), sehingga tidak terjadi kerumunan. (Foto; kabar banten/ Istimewa)

Ruang Wisata — Tempat wisata pantai di Banten terlihat sepi wisatawan saat malam tahun baru 2022, Jumat (31/12/2021), sehingga tidak terjadi kerumunan.

Pemilik restoran, hotel, vila, dan pedagang di kawasan Anyer hingga Pantai Carita dan selatan Lebak. Mengeluhkan hal tersebut, melansir Antara pada Sabtu (1/1/2022).

Namun, kini kendaraan wisatawan yang menuju tempat wisata pesisir Banten bagian barat relatif sedikit dari sore hingga malam.

Hendra, salah seorang pemilik restoran di kawasan Anyer di Kabupaten Serang. Mengatakan bahwa biasanya tempat wisata di Banten ramai wisatawan saat perayaan tahun baru.

BACA JUGA : 5 Tempat Wisata Unik Ala Eropa Berada di Kota Bogor

Pantai Anyer

“Kami memastikan sepinya pengunjung wisata itu pascabencana tsunami 2018 yang terjadi di pesisir pantai barat Provinsi Banten. Mulai Anyer, Carita, hingga Sumur, juga karena dampak pandemi,” ujar Hendra.

Hal senada juga dikatakan oleh seorang pelaku wisata bernama Hilma. Ia menjelaskan, wisatawan yang datang ke wilayah tersebut sudah sepi sejak tiga tahun lalu, termasuk pada malam tahun baru.

Sebelum tsunami melanda kawasan tersebut, lanjutnya, wisatawan ramai mengunjungi daerah pantai dari sore hingga malam. “Kami berharap ke depan obyek wisata pantai Banten kembali bangkit,” ujarnya.

“Kami awalnya memprediksi wisatawan untuk merayakan pergantian tahun baru ramai, namun kenyataannya sepi pengunjung,” kata Ade.

Tsunami 2018 Selat Sunda

Pada tanggal 22 Desember 2018, peristiwa tsunami yang disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung, Indonesia. Sedikitnya 426 orang tewas dan 7.202 terluka dan 23 orang hilang akibat peristiwa ini. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tsunami disebabkan pasang tinggi dan longsor bawah laut karena letusan gunung tersebut. Dikutip dari Wikipedia

Korban

Pada tanggal 22 Desember, laporan awal BNPB menunjukkan sedikitnya 20 orang tewas dan 165 terluka, dan 2 orang dilaporkan hilang.

Pada tanggal 23 Desember, jumlah korban telah direvisi menjadi 43 tewas, 584 terluka, dan 2 hilang. Dari 43 korban jiwa, 33 tewas di Pandeglang, 7 di Lampung Selatan, dan 3 di Serang, dengan sebagian besar korban luka-luka (491 orang) juga di Pandeglang. Pada Minggu pukul 11:00 WIB, BNPB merevisi jumlah korban menjadi 62 tewas, 584 terluka, dan 20 hilang. Pada Minggu pukul 13:00 WIB, BNPB merevisi jumlah korban yakni 168 meninggal dunia dan 745 luka-luka.

Sumber: kompas

  • Share