Pelecehan Terhadap Anak Terjadi Lagi, Kini di Luwu Timur

  • Share
pelecehan-terhadap-anak-terjadi-lagi-kini-di-luwu-timur-polres-sulawesi-selatan-penyelidikan
Ilustrasi. Pelecehan Terhadap Anak Terjadi Lagi, Kini di Luwu Timur (Foto: shutterstock)

Ruang Hukum — Kasus dugaan pelecehan terhadap tiga anak di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan yang dilakukan penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Luwu Timur.

Perkara pelecehan seksual terhadap anak ini terjadi pada tahun 2019, namun sempat dihentikan oleh penyidik Polres Luwu Timur, hingga pada tahun 2021 kasus tersebut kembali mencuat ke permukaan dan viral di media sosial, sehingga Mabes Polri pun membuka kembali kasus pencabulan terhadap ketiga anak dengan terduga pelaku adalah bapaknya sendiri.

Mengutip Halaman CNNIndonesia, kapolres Luwu Timur, AKBP Silvester Simamora mengatakan, bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pencabulan ini.

“Masih menunggu hasil pemeriksaan tim psikologi forensik. Ya betul statusnya masih dalam penyelidikan,” kata Kapolres Lutim kepada CNNIndonesia.com, Senin(3/1).

“Sudah lebih 40 orang saksi, termasuk ibunya,” ujarnya.

Meski demikian, Kapolres Luwu Timur itu mengaku dirinya belum dapat menyimpulkan kasus dugaan pencabulan ini. Pasalnya, pihaknya masih terus menggali dan mendalami setiap keterangan saksi yang diberikan ke penyidik.

“Belum bisa di simpulkan masih banyak yang harus dicari lagi informasi dan keterangan saksi ahli lainnya,” pungkasnya.

“Belum ada kabar. Kami baru mau tanyakan. Pemeriksaan psikolog forensik dan pengambilan keterangan anak korban sudah dilakukan,” kata Azis.

BACA JUGA : Ibu Rumah Tangga (IRT) Diperkosa Satpam Kebun Saat Curi Kelapa Sawit

Kejadian Pelecehan Terhadap Anak Serupa 2017 Lalu

Mengutip Halaman Resmi pn-malili.go.id, kasus pelecehan hingga pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup memprihatinkan.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Malili, Khairul menyarankan para orangtua meningkatkan pengawasan kepada anaknya dalam hal pergaulan.

“Lebih kepada keluarga bahwa pergaulan sekarang sudah bukan lagi ada batasnya tetapi tanpa batas,”(24/11/2017). Menurutnya, fungsi keluarga dan orangtua adalah membentengi, bisa dengan bekal agama dan pendidikan. Selain itu, orangtua patut peka dengan kata lain tak boleh luput dengan kondisi lingkungan sekitarnya.

“Tidak boleh membiarkan anaknya berada dalam lingkungan sendiri dengan orang lain,” ujarnya.

Menurutnya, kejahatan dimulai karena adanya kesempatan. Perhatian orangtua untuk tidak membiarkan anaknya berdua dengan laki-laki harus dipertegas.

Sekedar informasi, PN Malili, Luwu Timur menangani 11 perkara pencabulan anak. Periode Januari sampai November 2017, hakim pengadilan sudah memvonis 10 perkara. Satu perkara lagi sementara dalam proses.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.