Perusakan Faskes di Kaimana, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

  • Share
perusakan-faskes-di-kaimana-polisi-tetapkan-3-tiga-tersangka
Perusakan Faskes di Kaimana, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka (CNN Indonesia/Hendrik).

Ruang Hukum — Penyidik Satreskrim Polres Kaimana tetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus perusakan fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, yang terjadi pada 7 Desember 2021 lalu.

Kapolres Kaimana, AKBP I Ketut Widiarta mengatakan, ketiga tersangka berinisial WL, SS dan CF. Mereka terlibat dalam perusakan Puskesmas Kaimana Kota.

“WL dan SS merupakan pelaku perusakan. Sedangkan CF adalah orang yang menghasut,” ujar Kapolres dalam rilis pengungkapan kasus, Selasa (14/12).

Ia menambahkan penetapan ketiga tersangka itu dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup ditambah hasil pemeriksaan sejumlah saksi.

“Total 12 saksi kita periksa. 5 saksi untuk perusakan Puskesmas Kaimana Kota dan 7 saksi untuk perusakan RSUD Kaimana,” ungkapnya.

BACA JUGA : Konten Porno Media Sosial FB, Twitter, YouTube Bisa Didenda Rp500 Juta

Selain Menahan 3 Tersangka, Polisi Memburu 4 Tersangka lain Perusakan Faskes di Kaimana yang Identitasnya Sudah Diketahui.

Termasuk pelaku lain yang terlibat dalam perusakan RSUD Kaimana. “Untuk perusakan Puskesmas Kaimana Kota sudah 3 tersangka yang diamankan, masih ada 4 tersangka lain dalam pengejaran.

Untuk perusakan RSUD Kaimana kita masih mengembangkan keterangan tiga orang yang baru kita duga sebagai pelaku,” ungkapnya .

Diketahui, dalam kasus perusakan itu, Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti hasil olah TKP di dua lokasi perusakan. Barang bukti yang diamankan itu diantaranya kendaraan yang jadi amukan masa, alat dan benda yang digunakan untuk melakukan perusakan serta rekaman CCTV pada dua bangunan tersebut.

BACA JUGA : Anggota DPRD Jadi Tersangka KDRT di Kabupaten Tangerang

Perusakan fasilitas kesehatan itu terjadi atas kekecawaan pihak keluarga yang menuding kerabat mereka meninggal karena divaksin. Korban diketahui meninggal pada 7 Desember 2021

Bupati Kaimana, Freddy Thie sebelumnya mengaku tidak bisa memastikan penyebab kematian korban. Pasalnya, keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan memilih membawa pulang jenazah sebelumnya aksi perusakan terjadi.

“Korban di Vaksin 29 November, bagaimana bisa diklaim meninggal karena di vaksin. Keluarga korban juga membawa pulang jenazah dan tidak mau di otopsi,” ungkapnya.

sumber : cnnindonesia

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.